Lima Makanan 'Wajib' saat Sahur

Lima Makanan 'Wajib' saat Sahur

RASA lemas, haus dan lapar pasti akan dialami setiap orang yang berpuasa. Tapi itu bukan halangan untuk menjalani aktivitas, asalkan Anda mengonsumsi makanan yang tepat kala sahur.

Makanan tepat biasanya mencukupi karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral. Nah, agar tidak lemas dan lesu saat beraktivitas seharian, saat sahur konsumsilah:

Air Lemon

Menurut pakar food combining Erikar Lebang dalam bukunya 'Food Combining di Bulan Ramadhan', minum segelas air hangat yang diberi sedikit perasan jeruk lemon atau jeruk nipis saat sahur baik untuk tubuh. Gunanya sebagai tonik (cairan penyegar) untuk liver yang telah bekerja semalaman sebagai katalisator serap saat tidur.

Buah

Kandungan vitamin dan mineralnya memiliki efek ‘listrik’ yang berfungsi mengubah cadangan makanan sebagai sumber energi serta membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Disarankan untuk mengonsumsi tiga porsi buah seperti melon, jeruk, atau pir sedikitnya 15 menit sebelum makan nasi.

Karbohidrat Kompleks

Karena energi levelnya stabil maka meningkatkan gula darah secara perlahan sehingga tubuh tidak kaget atau shock. Peningkatan gula darah yang perlahan, penurunannya pun perlahan sehingga tubuh tidak mudah lemas. Karbohidrat kompleks juga lebih lama dicerna tubuh sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Jenis karbohidrat ini bisa didapat dari nasi merah, sayuran dan umbi-umbian.

Air Putih

Menyeruput teh manis hangat saat santap sahur memang nikmat. Kombinasi teh dan gula juga cepat memberi tambahan energi. Namun energi yang dihasilkan dari gula pasir juga akan hilang dengan cepat. Tubuh pun akan terasa lebih lemas. Saat sahur, lebih sehat minum air putih untuk menyediakan cadangan cairan selama berpuasa. Hindari kopi dan teh terlalu banyak karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Suplemen Makanan

Jika Anda akan beraktivitas lebih banyak dan intens dari biasanya, disarankan untuk mengonsumsi suplemen makanan sebagai tambahan energi. Pilih suplemen yang lengkap kandungan vitamin, mineral dan omega-3 agar energi tetap terjaga hingga menjelang buka puasa. l  
(fik)


View the original article here

Agar Sahur Jelang Imsak Menyehatkan Tubuh

Agar Sahur Jelang Imsak Menyehatkan Tubuh

KUNCI sehat selama Ramadan yakni tidak mengabaikan sahur. Pasalnya, tubuh membutuhkan asupan makanan untuk energi sampai waktu berbuka puasa.

“Tubuh membutuhkan asupan makanan saat sahur untuk menjalani puasa sepanjang hari dengan sehat. Bagi orang-orang yang terbiasa tidur lebih awal dan bangun lebih cepat, maka lebih baik sahur saat bangun tidur,” kata Dr Abdulla A. Fayyad dari American Board Certified di Gastroenterology and Hepatology, seperti dikutip Emirates247, Senin (21/7/2014).

Meski menekankan bahwa sahur tidak boleh dilewatkan, dr Fayyad juga tidak menampik jika banyak orang melakukannya jelang fajar atau waktu imsak. Jika sudah demikian, maka sangat dianjurkan untuk konsumsi makanan ringan.

“Bagi mereka yang terbiasa tidur larut malam, bangun mendekati waktu fajar untuk sahur, maka disarankan mengonsumsi makanan yang relatif ringan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr Fayyad mengatakan bahwa makanan saat sahur juga harus diperhatikan. Utamanya tentu saja harus kaya gizi. Apalagi, sahur juga dianalogikan mengganti waktu sarapan Anda. Karena itu, sahur harus mencakup karbohidrat dan protein.

“Sahur harus mencakup karbohidrat dan protein karena sebagai pengganti sarapan, serta lebih baik menghindari gula. Hal ini karena makanan mengandung gula akan membuat Anda lapar kembali setelah baru beberapa saat makan,” simpulnya. (fik)


View the original article here

Mudik saat Puasa, Sahur Jangan Lupa Minum Vitamin

Mudik saat Puasa, Sahur Jangan Lupa Minum Vitamin

BAGI Anda yang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Apalagi, bagi mereka yang juga menjalankan ibadah puasa.

Salah satu persiapan sebelum melakukan perjalanan mudik dalam kondisi masih puasa adalah kebutuhan gizi. Menurut Direktur Medis Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat, Dr Sri Widiyaningsih, bekal yang dibawa oleh pemudik untuk sahur dan berbuka puasa baiknya tidak sembarangan. Setidaknya harus memerhatikan sisi kebersihannya.

“Kalau makanan sih tetap nasi, tetapi kalau kita membawa bekal sendiri selama perjalanan mudik yang pasti harus higienis,” katanya di Jakarta, belum lama ini.

Dr Sri menambahkan bahwa bekal makanan yang dibawa oleh pemudik juga harus memenuhi kebutuhan gizi. Di antaranya mencakup karbohidrat, protein, dan vitamin.

“Makanannya harus mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan serat atau empat sehat, bahkan kalau bisa lima sempurna. Kalau lima sempurnanya bisa terpenuhi, itu lebih bagus. Kalau tidak juga tidak masalah,” jelasnya. (Baca: Mabuk Perjalanan Ketika Mudik, Minum Obat atau Istirahat)

Lebih lanjut, tidak kalah penting adalah menghindari sakit selama perjalanan. Jika memang terjadi, Dr Sri menyarankan untuk menambah asupan vitaman demi menutupi kekurangan asupan nutrisi.

“Kalau kita dalam perjalanan tiba-tiba sakit, maka harus memnuhi kebutuhan asupan nutrisi yang kurang dengan vitamin karena kalau sedang sakit biasanya menjadi sedikit makanan sehingga nutrisinya kemungkinan kurang,” tutupnya.  
(fik)


View the original article here

Ini Alasan Teh Manis Tak Baik Dikonsumsi saat Sahur

Ini Alasan Teh Manis Tak Baik Dikonsumsi saat Sahur

TIDAK sedikit orang yang meminum teh manis saat sahur. Di sisi lain, ada anggapan makanan manis saat sahur tidak baik. Benarkah demikian?
Menurut Dr. Benny Kurniawan, Marketing Manager PT Roche Indonesia, meminum teh manis sah-sah saja saat sahur, asal memang tidak berlebihan.
"Meski saat sahur harus menghindari makanan yang manis-manis, tapi bukan berarti tidak boleh. Ini termasuk juga minum teh manis, kalau satu cangkir saja boleh," jelasnya dalam acara yang bertema 4 Sehat 5 Teratur Selama Berpuasa bagi Diabetesi bersama Accu- Chek, di Crown Plaza lantai 2 di Maroush Restaurant, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu,  16 Juli 2014.
Kenapa tidak boleh minum teh banyak-banyak? Itu karena dikhawatirkan asupan kalori dari nasi kalah dengan teh manis. Sehingga, membuat perut cepat kenyang tapi juga cepat lapar.
"Saat tubuh mudah lapar, gula darah akan cepat menurun. Dan itu akan mengundang hipoglikemia, inilah yang bahaya kalau minum teh berlebihan," simpulnya.
(ren)

View the original article here