Sulit Tahan Pipis, Pria Harus Ikut Senam Kegel

Sulit Tahan Pipis, Pria Harus Ikut Senam Kegel

SENAM kegel telah lama direkomendasikan untuk wanita karena bisa mencegah dan mengobati inkontinensia. Inkontinensia sendiri bisa diartikan sebagai ketidakmampuan untuk menahan rasa ingin buang air kecil yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Urolog Dr Andrew L. Siegal mengatakan bahwa senam yang untuk mengencangkan otot panggul atau kegel juga bermanfaat bagi laki-laki. Menurutnya, senam kegel dapat membantu mengobati inkontinensia pada pria. (Baca: Manfaat Sehat Seks secara Fisik dan Emosional)

“Pria seringkali mengabaikan latihan panggul, padahal otot-otot di bagian tersebut adalah dasar saluran kencing,” katanya sebagaimana dikutip Newsmaxhealth, Rabu (16/7/2014).

Lebih lanjut, Dr Andrew mengatakan bahwa jenis otot dasar panggul pria sebenarnya sama seperti wanita. Karena usia bertambah, maka otot dasar tersebut pun melemah. Untuk mengatasinya, Anda bisa menguatkan dengan latihan, yaitu mengencangkan otot selama beberapa detik lalu beristirahat.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, latihan bisa dilakukan 10 sampai 15 kali. Pada uji klinis, selain inkontinensia, latihan tersebut juga bisa mengatasi ejakulasi dini.

“Uji klinis juga menunjukkan bahwa senam kegel juga memulihkan fungsi seksual pada pria dengan disfungsi ereksi,” tutupnya.  
(fik)


View the original article here

Makanan Berlemak Ini Harus Anda Konsumsi

Makanan Berlemak Ini Harus Anda Konsumsi

ADA jenis asupan lemak yang harus dihindari karena berdampak negatif bagi kesehatan, yakni lemak trans. Lemak jahat ini harus dihindari karena dapat menyumbat arteri sehingga bisa menimbulkan masalah serius.

Kardiolog Dr Richard Stein, M.D, dari New York University Langone Medical Center mengatakan bahwa beberapa makanan berlemak sangat penting bagi kesehatan. Berikut beberapa makanan berlemak sehat yang harus dikonsumsi, seperti dikutip Newsmaxhealth, Selasa (15/7/2014).  
Ikan


Lemak tak jenuh ganda atau asam lemak omega-3 ditemukan dalam ikan salmon dan suplemen minyak ikan. Jenis lemak ini adalah nutrisi sehat yang menurut beberapa studi dapat menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan fungsi otak, meringankan gejala-gejala arthritis, serta membantu mencegah demensia. (Baca: Kentut Berbau Menyengat Baik untuk Kesehatan)
 
Kacang-kacangan


Asam lemak alami dalam kacang-kacangan telah terbukti mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan mengembangkan diabetes tipe 2. Sebuah penelitian di Kanada menemukan bahwa menggabungkan sekiranya dua ons semua jenis kacang-kacangan dalam diet pasien diabetes membantu meningkatkan kesehatan jantung mereka. (Baca: Pasien Penyakit Jantung Tak Bisa Puasa jika...)

 
Produk susu


Jumlah sedang lemak jenuh dalam mentega, susu, dan keju tidak menyumbat arteri. Memang, para ilmuwan percaya bahwa lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol berbahaya dalam darah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan ada dua jenis partikel kolesterol, yakni kecil-padat (terkait dengan penyakit jantung) dan besar-halus (tidak menimbulkan risiko). Lemak jenuh dalam produk susu meningkatkan tingkat partikel besar yang tidak berbahaya. (Baca: Mau Puasa, Pasien Jantung Perlu Konsultasi Dokter)
Minyak nabati


Minyak zaitun dan minyak sawit yang sarat dengan asam lemak omega-3 juga ditemukan dalam alpukat dan biji kenari. Penelitian terbaru dari University of Toronto menemukan bahwa beralih ke diet rendah gula dan tinggi lemak minyak sehat membantu pasien diabetes tipe 2 mengontrol gula darah mereka dan menurunkan risiko penyakit jantung.
(ftr)


View the original article here

Calon Pengantin Harus Tahu Kapan Baiknya Punya Anak

Calon Pengantin Harus Tahu Kapan Baiknya Punya Anak

SAAT ini, Indonesia sedang menghadapi tahun terakhir Millenium Development Goals (MDG's) pada akhir 2015. Beberapa tujuan sebelum memasuki tahun 2015 diyakini sudah tercapai.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Prof Dr Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK, mengatakan bahwa ada juga tujuan-tujuan dari MDG's yang mungkin tidak tercapai pada akhir 2015. Menurut Fasli, salah satu tujuan yang kemungkinan tidak tercapai adalah seputar kematian ibu. (Baca: Kesehatan Reproduksi Penting Diberikan Sejak Dini)
"Salah satu goals MDG’S yang kemungkinan tidak tercapai adalah (menekan) angka kematian ibu (AKI-red); angka kematian ibu melahirkan, angka kematian anak," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/7/2014). (Baca: Menu Terbaik jika Ibu Hamil Berpuasa)
Fasli menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya proses alamiah dari persalinan. Menurutnya, beberapa strategi telah dilakukan, angka AKI ibu masih tetap tinggi. (Baca: Kiwi Efektif Tingkatkan Mood Pria)
"Kalau kita lihat portofolio angka kematian ibu, memang apa-apa yang bisa dicegah ibu-ibu kita masih tetap meninggal, yakni dari proses alamiah persalinan," tuturnya.
Oleh karena itu, Fasli mengatakan bahwa remaja calon pengantin harus lebih siap dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika berkeluarga. Misalnya, mereka harus tahu kapan sebaiknya mulai melahirkan atau waktu yang tepat untuk hamil anak pertama.
"Sebaiknya jangan terlalu dekat jarak kehamilan pertama dengan yang berikutnya. Selain itu, hamilnya juga jangan terlalu sering karena daya tahan dari rahim terbatas, serta jangan pula sampai terlalu tua, itu yang selalu kami kampanyekan," tutupnya.
(fik)

View the original article here

Anak Ikut Puasa, Orangtua Harus Awasi Pola Makannya

Anak Ikut Puasa, Orangtua Harus Awasi Pola Makannya

SAAT puasa, pola makan dan minum mengalami perubahan. Meski begitu, puasa juga membuat tubuh lebih sehat.
"Kalau pada orang dewasa, apalagi yang mengalami kegemukan, puasa itu menolong sekali. Frekuensi makannya jadi lebih sedikit," kata pakar gizi Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK. kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.
Namun, puasa yang dilakukan oleh orang dewasa tentu berbeda pada anak-anak. Menurut spesialis gizi klinik FKUI ini, anak-anak yang menjalani puasa tetap harus diawasi oleh orangtuanya. Pasalnya, puasa yang dilakukan anak-anak akan berpengaruh pada tumbuh kembang mereka. (Baca: Konsumsi Kiwi Mampu Tahan Lapar Selama Puasa)
"Yang kita pikirkan, kalau anak-anak yang setiap harinya susah makan, ditambah lagi puasa, maka asupan yang masuk jadi semakin sedikit. Padahal, anak itu kan masih dalam tahap tumbuh kembang. Untuk anak baru tahap belajar, yang penting baginya adalah tumbuh kembangnya," tutupnya. (Baca: Kiwi Efektif Tingkatkan Mood Pria)
(fik)

View the original article here