Penderita Asma Boleh Olahraga Lari, Kok

Penderita Asma Boleh Olahraga Lari, Kok

KATA siapa orang yang menderita asma tidak boleh berolahraga lari? Nyatanya, mereka juga boleh melakukan olahraga tersebut
Dijelaskan dr Hario Tilarso, spesialis kesehatan olahraga RS Premier Bintaro, anggapan masyarakat bahwa penderita asma tidak boleh berlari, sepenuhnya keliru. Menurutnya, lari justru bisa memudahkan mereka untuk bernapas. (Baca: Teh Manis Tak Baik Dikonsumsi saat Sahur)

"Lari bikin otot pernapasan jadi kuat. Mereka (penderita asma-red) juga akan lebih mudah bernapas. Jadi, memang penderita asma boleh ikut melakukan olahraga lari," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Cara Mencegah Mr P Berbau Tak Sedap)

Meski begitu, lanjut dr Hario, mereka tidak boleh asal lari begitu saja. Olahraga lari bagi penderita asma, harus disertai rekomendasi dokter. (Baca: Manfaat Sehat Seks Secara Fisik & Emosional)

"Dokter akan memberitatahu bagaimana cara lari yang benar, dan berapa lama lari yang boleh dilakukan. Itu semua juga harus ada pembimbingnya untuk memonitor kita. Dan, semua informasi itu didapat dari dokter," tutupnya.

(fik)


View the original article here

Diabetesi Boleh Konsumsi Asupan Manis saat Buka

Diabetesi Boleh Konsumsi Asupan Manis saat Buka

PENDERITA diabetes atau diabetes juga bisa mengonsumsi asupan manis saat berbuka puasa. Hal ini seperti diungkapkan Dr Benny Kurniawan, Marketing Manager PT Roche Indonesia.

Menurutnya, diabetesi memang dianjurkan menjaga gula darahnya agar terhindar dari komplikasi. Namun, untuk berbuka puasa, mereka tetap bisa mengonsumsi makanan manis.

"Jangan salah kaprah, banyak orang yang bilang penderita diabetes tidak boleh minum teh manis saat berbuka. Kalau mau, harus pakai pemanis buatan. Gula jenis itu hampir nol kalori, kasihan lah mereka jadi tidak ada asupan kalori. Padahal, mereka membutuhkan kalori saat buka puasa sebagai sumber energi," jelasnya di Jakarta, Rabu, 16 juli 2014.

Dengan demikian, tegasnya, diabetesi boleh mengonsumsi asupan manis dengan gula biasa. Namun dengan catatan, selama jumlah teh manis atau asupan tersebut tidak berlebihan. (Baca: Teh Manis Tak Baik Dikonsumsi saat Sahur)

"Kuncinya memang tidak boleh berlebihan agar tidak berefek buruk. Secukupnya saja, apakah itu minum teh manis saat buka," tutupnya.  
(fik)


View the original article here

ASI Cuma Sedikit, Ibu Tak Boleh Menyerah!

ASI Cuma Sedikit, Ibu Tak Boleh Menyerah!

IBU mana yang tidak ingin memberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama enam bulan kepada anaknya? Hanya saja, masalah muncul saat ASI tidak keluar di hari-hari awal kelahiran buah hati.  
Dalam kondisi demikian, para ibu baiknya tidak menyerah. Menurut dr Agnes Mallipu dari Global Alliance for Improved Nutrition, hambatan ASI  keluar sedikit perlahan akan hilang. Asalkan, ibu yakin dan rajin menyusui bayi. (Baca: Kentut Berbau Menyengat Baik untuk Kesehatan)
"Banyak penelitian sudah menyembutkan bahwa ASI akan semakin lancar kalau semakin dihisap bayi. Jadi, memang butuh ketelatenan. Mungkin di awal-awal hari pertama dan kedua tidak langsung lancar, tapi jika diberikan ASI terus-menerus pasti akan lancar," katanya usai konferensi pers "Program Peningkatan Gizi Ibu, Bayi dan Anak" dalam rangka Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Jawa Timur di Hotel JS Luwansa, Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Kunci Diet Sehat selama Ramadan)
Faktor psikis tidak kalah penting dalam memengaruhi produksi ASI seorang ibu. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari lingkungan yang baik agar ASI bisa terus lancar. (Baca: Kunci Sehat Puasa, Jangan Sampai Dehidrasi!)
"Wajar memang, saat hamil sulit memberikan ASI, namanya juga habis melahirkan kekhawatiran itu pasti ada. Nah, kalau sudah seperti itu si ibu harus didukung lingkungan yang baik, mulai dari suami, orangtua, dan saudara. Ini adalah pedoman awal yang harus dilakukan jika ingin ibu bisa memberikan ASI lebih baik," terangnya.
(ftr)

View the original article here

Hanya Anak-Anak Ini Boleh Makan Kiwi

Hanya Anak-Anak Ini Boleh Makan Kiwi

BUAH kiwi dikenal memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Tak heran jika kiwi digemari, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Pada anak-anak, kiwi bermanfaat sebagai ketahanan tubuh. Menurut Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK, kiwi sangat diperbolehkan dikonsumsi anak-anak asalkan sudah berusia di atas satu tahun.

"Anak-anak di atas 1 tahun boleh mengonsumsi kiwi. Tidak ada masalah karena anak diatas 1 tahun bisa mengonsumsi makanan dewasa. Jadi, dia sudah bisa makan nasi dengan lauk pauk, sayur, dan buah," katanya kepada Okezone di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Sementara untuk porsinya, spesialis gizi klinis ini menganjurkan untuk disesuaikan dengan kebutuhan. "Porsinya lebih kecil, disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, semakin kecil anak tentu kebutuhannya juga kecil," imbuhnya. (Baca: Kiwi Efektif Tingkatkan Mood Pria)

Lebih lanjut, kiwi aman dikonsumsi bagi penderita maag. Karenanya, dr Fiastuti menganjurkan untuk tidak khawatir dengan rasa asam yang dihasilkan oleh kiwi.

"Asam ini sebenarnya relatif, kiwi yang manis juga ada. Kalau, misalnya, masih takut, makan nasi dulu baru makan buah. Tidak ada masalah," tutupnya. (fik)


View the original article here